LUBUK MUDA – Ketua DPRD Provinsi Riau dari Fraksi PDI Perjuangan, Kaderismanto, melaksanakan kegiatan reses dalam rangka menyerap aspirasi masyarakat di Desa Lubuk Muda, Kecamatan Siak Kecil, Kabupaten Bengkalis, Minggu (02/08/2026) sore.
Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 16.00 WIB tersebut dihadiri masyarakat Desa Lubuk Muda dari berbagai unsur. Warga tampak antusias mengikuti pertemuan dan menyampaikan sejumlah aspirasi maupun persoalan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam kesempatan itu, Kaderismanto menegaskan bahwa reses merupakan bagian penting dari tugas dan fungsi anggota DPRD, khususnya untuk mendengar secara langsung kebutuhan masyarakat di daerah pemilihan.
Menurutnya, aspirasi yang disampaikan masyarakat menjadi bahan penting dalam memperjuangkan program pembangunan, sekaligus sebagai masukan dalam pembahasan kebijakan dan penganggaran di tingkat provinsi.
“Reses ini menjadi kesempatan bagi kami untuk turun langsung, mendengar apa yang menjadi kebutuhan dan persoalan masyarakat. Aspirasi yang disampaikan akan kami tampung dan perjuangkan sesuai kewenangan serta kemampuan anggaran daerah,” ujar Kaderismanto.
Soroti Efisiensi Anggaran
Selain menyerap aspirasi, Kaderismanto juga menyampaikan kondisi efisiensi anggaran daerah yang saat ini menjadi perhatian dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan.
Ia menjelaskan, kebijakan efisiensi menuntut pemerintah daerah dan DPRD semakin cermat dalam menentukan skala prioritas. Keterbatasan anggaran harus disikapi dengan memastikan belanja pemerintah benar-benar diarahkan kepada program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Di tengah kondisi efisiensi anggaran seperti sekarang, kita harus lebih selektif menentukan prioritas. Anggaran yang tersedia harus benar-benar diarahkan untuk kepentingan masyarakat, terutama menyangkut pelayanan dasar dan pembangunan yang memberikan dampak langsung,” tegasnya.
Perhatian untuk Renovasi Masjid Besar Al-Hikmah
Di tengah keterbatasan fiskal tersebut, Kaderismanto juga menunjukkan perhatian terhadap kondisi renovasi Masjid Besar Al-Hikmah Kecamatan Siak Kecil yang hingga kini masih membutuhkan dukungan pembiayaan.
Ia menyampaikan, persoalan kebutuhan biaya renovasi masjid tersebut telah menjadi perhatian dan telah dikomunikasikan kepada Plt. Gubernur Riau melalui Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra).
Tidak hanya mengandalkan dukungan pemerintah, Kaderismanto juga mengupayakan keterlibatan berbagai pihak untuk membantu penyelesaian renovasi rumah ibadah tersebut.
“Untuk Masjid Besar Al-Hikmah ini, kita sudah sampaikan kepada Plt. Gubernur melalui Biro Kesra. Kita juga sudah memanggil dan berkomunikasi dengan berbagai pihak, termasuk Baznas Riau dan beberapa perusahaan swasta, agar dapat bersama-sama memberikan dukungan,” ungkapnya.
Menurut Kaderismanto, pembangunan dan renovasi rumah ibadah tidak semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah. Dibutuhkan semangat gotong royong dan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga sosial keagamaan serta masyarakat.
Ia berharap dukungan dari berbagai pihak dapat segera terealisasi sehingga proses renovasi Masjid Besar Al-Hikmah dapat terus berjalan dan nantinya memberikan kenyamanan bagi masyarakat dalam melaksanakan ibadah serta berbagai kegiatan keagamaan.
“Kita berharap semua pihak dapat ikut bergotong royong. Pemerintah memiliki keterbatasan anggaran, tetapi dengan kolaborasi antara pemerintah, Baznas, perusahaan dan masyarakat, insyaallah kebutuhan renovasi masjid ini dapat kita bantu bersama,” harapnya.
Aspirasi Masyarakat Jadi Bahan Perjuangan Kaderismanto juga mengajak masyarakat memahami kondisi fiskal daerah secara bersama-sama. Menurutnya, pembangunan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan dukungan dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
Ia berharap hasil reses di Desa Lubuk Muda dapat menjadi bahan perjuangan dalam agenda pembangunan Provinsi Riau, sekaligus memperkuat hubungan antara wakil rakyat dengan masyarakat.
“Kita ingin pembangunan tetap berjalan, meskipun ruang fiskal terbatas. Karena itu, komunikasi antara masyarakat, DPRD dan pemerintah harus terus diperkuat agar setiap kebijakan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.
Kegiatan reses kemudian dilanjutkan dengan dialog bersama masyarakat. Sejumlah aspirasi disampaikan secara langsung sebagai bahan masukan bagi Kaderismanto untuk dibawa dan diperjuangkan melalui lembaga legislatif Provinsi Riau.
( Pak Cik Efrizal )



















