Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BengkalisBerita

Pembukaan dan Seminar Festival Budaya Riuh Rentak Siak Kecil

49
×

Pembukaan dan Seminar Festival Budaya Riuh Rentak Siak Kecil

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

Siak Kecil, kamis 20 Agustus 2026 — Melayu Culture Movement resmi menggelar Pembukaan dan Seminar Festival Budaya “Riuh Rentak Siak Kecil” pada Kamis (20/8) di Gedung Serbaguna Kantor Camat Siak Kecil.

Example 300x600

​Kegiatan yang bertujuan memperkuat akar kebudayaan di kalangan generasi muda ini dihadiri oleh Sekretaris Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparbudpora), Camat Siak Kecil, para Penjabat (Pj.) Kepala Desa se-Kecamatan Siak Kecil, tokoh masyarakat, serta ratusan pelajar tingkat SMP dan SMA se-Kecamatan Siak Kecil.

​Dalam sambutannya, Ketua Panitia, Andika Fahruli, S.Ag., menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan agenda ini.

​”Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh jajaran panitia atas dedikasi dan kerja kerasnya, serta kepada para donatur yang telah memberikan dukungan nyata.Harapan kita bersama, ke depan seluruh elemen masyarakat dan pemerintah dapat terus bahu-membahu dalam mensukseskan berbagai kegiatan kebudayaan di kecamatan kita,” ujar Andika.

​Apresiasi senada disampaikan oleh Camat Siak Kecil, Nicky Hatman Ramdani, S.E. Beliau memuji inisiatif Melayu Culture Movement yang konsisten merawat tradisi lokal melalui pendekatan yang kreatif.

​”Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada teman-teman Melayu Culture Movement yang telah berupaya menghidupkan dan membangun kultur Melayu melalui acara seperti ini. Semoga ke depan, Festival Riuh Rentak Siak Kecil dapat terus berlanjut dan menjadi ajang kesenian utama yang menjadi ikon kebanggaan Kecamatan Siak Kecil,” tutur Nicky, sebelum secara resmi membuka rangkaian festival tersebut.

​Acara dilanjutkan dengan sesi seminar kebudayaan yang dipandu oleh Okky Pratama Risnanda, S.E. selaku moderator. Sesi ini menghadirkan Ketua Umum Dewan Kesenian Riau (DKR), Jefrizal, S.Hum., M.Sn. (Jefri Al Malay), sebagai narasumber utama.

​Mengangkat tema “Yang Dahulu Dikekalkan, Yang Baharu Disesuaikan”, Jefri menekankan pentingnya generasi muda memahami hakikat kebudayaan secara mendalam.

​”Budaya itu dinamis dan harus berkembang mengikuti zaman, tetapi proses penyesuaian tersebut sama sekali tidak boleh mengubah nilai-nilai dasarnya,” tegas Jefri di hadapan para siswa.

​Ia juga menyoroti berbagai tantangan di era modernisasi yang berpotensi merusak masa depan generasi penerus, mulai dari penyalahgunaan teknologi/gadget, ancaman narkoba, hingga pergaulan negatif. Menurutnya, benteng utama dalam menghadapi era yang serba cepat ini terletak pada ketahanan nilai-nilai lokal.

Secara garis besar, nilai utama yang harus dikekalkan oleh generasi muda adalah adab dan kebersamaan. Adab atau ‘tahu diri’ berarti paham akan posisi, menghormati orang tua dan guru, serta tahu mana batas yang boleh dan tidak boleh dilanggar. Sementara itu, nilai gotong royong dan kebersamaan adalah benteng agar generasi muda tidak tumbuh menjadi pribadi yang individualis dan acuh terhadap lingkungan sosialnya,” tambah Jefri.

​Rangkaian acara berlangsung interaktif dan ditutup dengan sesi tanya jawab berhadiah doorprize, dilanjutkan dengan foto bersama seluruh tamu undangan dan peserta seminar.

( Pak Cik Efrizal )

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *